Sekitar 7 tahun yang lalu hiduplah seorang penangkal petir di sebuah dataran tinggi bukan di dataran rendah (Karna Petir biasanya tidak bisa sampai ke dataran rendah). Namanya saja penangkal petir tetapi kehidupannya sama sekali tidak ada hubungannya dengan petir, listrik atau semacamnya. Karena namanya Penangkal Petir dia sering diganggu oleh teman-temannya dengan lelucon yang berhubungan dengan listrik dan semacamnya. Saat hujan secara paksa teman-temannya menaikkan dia ke atas genting atau pohon tinggi, menyetrum dia dengan taser, atau membuat rumahnya korslet sehingga terjadi hubungan singkat( Sungguh EXTRIM). Si Penangkal Petir yang terus mendapat gangguan merasa sudah tidak kuat dengan segala gurauan teman-temannya yang EXTRIM itu. Dia pun bertanya kepada ibunya "Bu, kenapa hidupku rasanya seperti tersambar petir bu?". Lalu sambil meneteskan air mata namun tetap berusaha tegar ibunya menjawab " Karna kau adalah si penangkal petir....". Lalu keberanian si anak pun bangkit dan saat ibunya selesai bebicara, seluruh semangatnya seolah berkumpul di satu titik. Air matanya pun berhenti.
Esok harinya dia pergi sekolah seperti biasa Lalu saat pulang sekolah, beberapa temannya yang tergabung di Geng "5 raja Keributan" berniat mengganggu dia lagi. Beberapa temannya berusaha menghalangi niat jahat geng "5 raja keributan" itu namun semuanya gentar akan kekuatan geng tersebut. Langsung saja sepulang sekolah geng itu menyeret Penangkal petir untuk dimasukkab ke dalam gardu listrik yang mengalami korsleting.

Dia berusaha kabur tapi apa mau dikata, 2 orang memegang kaki kanan, 2 orang kaki kiri, 2 orang tangan kanan,2 orang tangan kiri, dan 1 orang memegangi kepala. Penangkal petir hanya bisa pasrah diganggu oleh geng yang kabarnya ditakuti itu. Setelah dekat dengan gardu tersebut tampaknya anggota geng tersebut berubah pikiran dan melepaskan si Penangkal petir lalu serempak berkata "maafkan kami, tampaknya kami ini selalu keterlaluan terhadapmu". Lalu sambil tersenyum dia berkata "tenang saja, aku sudah memaafkan kalian". Dia pun tersenyum.
Kisah ini mengajarkan bahwa sesering apapun petir menyambar Petir pasti akan berhenti.
1 komentar:
Sungguh ekstrim ceritanya..
Posting Komentar